Qunut secara etimologi ialah ibadah ataupun doa secara mutlak. Menurut syara' qunut merupakan suatu bacaan yang melengkapi diatas do'a dan tsanak (pujian kepada allah), seperti yang maklum kita laksanakan pada sholat subuh.
![]() |
| Apakah Qunut itu tidak ada landasannya alias Bid'ah .? |
Esensinya qunut ialah sebuah ibadah yang terlahir dengan cara ijtihad (belum pasti hukumnya), sehingga terjadi berbagai perbedaan pendapat dalam menyikapinya baik mengenai hukum melaksanakannya maupun cara pelaksanaannya.
Dalam Madzhab asy-syafi'i qunut pada sholat subuh hukumnya ialah sunnah karna hadits shahih :
عن أنس رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يزل يقنت في الصبح حتى فارق الدنيا. (رواه الحاكم أبو عبد الله في كتاب الأربعين)
Artinya : Dari Anas ra. "Sesungguhnya rasulullah saw senantiasa mengerjakan qunut subuh hingga beliau wafat. (H.R. Hakim Abu Abdullah dalam kita Arba'in).
Dalam hadits yang lain :
عن محمد بن سيرين قال : قلت لأنس هل قمت رسول الله فى صلاة الصبح؟ قال نعم بعد الركوع يَسِيرًا. (رواه مسلم
Dari Muhammad bin Sirin, berkata:
Aku bertanya kepada Anas bin Malik: “Apakah Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam membaca qunut dalam shalat shubuh?” Beliau menjawab: “Ya, setelah ruku’ sebentar.” (HR. Muslim).
Banyak sekali hadits yang menyatakan pensyari'atan qunut pada sholat subuh yang mana hal ini dibantah oleh sekelompok orang yang bersebrangan dengan keyakinan ahlussunnah waljamaah. (Semoga kita dijauhkan dari pemahaman seperti ini).
Qunut yang disyari'atkan kepada kita pada sholat subuh hukumnya ialah sunnah muaqqadah(Sunnah Yang dikuatkan). Bila tinggal maka disunnahkan untuk sujud sahwi, baik tinggal secara sengaja maupun tidak.
Adapun tata cara pelaksanaannya terjadi beberapa perbedaan pendapat Imam. Dalam mazhab asy-syafi'i qunut dilakukan sesudah ruku' raka'at yang kedua sholat subuh dengan mengangkat kedua tangan dan tidak menyapu wajah ketika selesai dan langsung sujud. Berbeda dengan madzhab Imam Ahmad bin hanbal yang dilakukan sebelum ruku'.
Maka oleh karenanya qunut sebelum ruku' tidak terhetong berdasarkan pendapat yang kuat madzhab Asy-syafi'i.
Dalam hal disunnahkan mengangkat kedua tangan ketika membaca qunut dalam madzhab Asy-syafi'i terdapat 3(tiga) pendapat :
1. Disunnahkan mengangkat kedua tangannya dan
1. Disunnahkan mengangkat kedua tangannya dan
tidak menyapu wajah (pendapat paling kuat).
2. Disunnahkan mengangkat kedua tangannya dan
menyapu wajah.
3. Tidak mengangkat tangan sekaligus menyapu
2. Disunnahkan mengangkat kedua tangannya dan
menyapu wajah.
3. Tidak mengangkat tangan sekaligus menyapu
wajah.
Terimakasih telah mengunjungi blog kami semoga manfaat. Ikuti Blog kami untuk mendapatkan notifikasi seputaran artikel yang lain. Subscribe Channel Youtube Sumber Motivasi di www.youtube.com/SumberMotivasi
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Referensi :
Kitab Al-azkar Imam An-nawawi.
Hal: 109-112
Kitab Al-azkar Imam An-nawawi.
Hal: 109-112

0 Comments