Jika suatu saat nanti orang yang anda pilih menjadi presiden, memegang tampuk kepemimpinan duduk di istana, lalu komunisme, atheisme berkembang, anak-anak bangsa meragukan hari akhirat, menganggapnya sebagai dongeng dan ramalan hingga tidak ada lagi yang beriman. Anda sebagai pendukung dan pemilihnya harus bertanggung jawab.
Jika dikemudian hari kemaksiatan dianggap hak asasi hingga dilegalkan, dan anak-anak kita setiap hari hidup dalam gelimang dosa, pergaulan bebas, bermabuk-mabukan, judi hingga LGBT, ketahuilah anda sebagai pendukung dan pemilihnya harus bertanggung jawab.
Jika agama sudah dianggap tidak penting, bahkan dianggap sebagai penghambat pembangunan negara, hingga harus dikesampingkan, bahkan agama di hilangkan dari sekolah-sekolah dan dari KTP. Anda sebagai pendukung dan pemilihnya harus bertanggung jawab.
Bila kita melihat wali songo, para pahlawan, santri, kiyai, habaib dan para ulama terdahulu berjuang menyelamatkan bangsa ini dari kemusyrikan, tapi dengan alasan budaya bangsa, lalu kemusyrikan dibiarkan berkembang karna menghasilkan devisa.
Anda sebagai pendukung dan pemilihnya harus bertanggung jawab.
Anda sebagai pendukung dan pemilihnya harus bertanggung jawab.
Dan jika nanti suara azan mengilang, masjid seperti rumah tua, musholla seperti pos ronda, ustadz dan kiyai seperti tawanan, tangannya di borgol, matanya ditutup, kakinya tersandra, lisannya di kunci,dan hanya boleh mengajar ngaji. Ketahuilah Anda sebagai pendukung dan pemilihnya harus bertanggung jawab.
Sebagai orang beriman khawatir akan masa depan anak-anak bangsa ini, bukan permasalahan ekonomi, karna kita yakin Allah adalah sang maha memberi, tapi kita khawatir masalah akidah, yang akan terus terkikis bahkan hilang samasekali karna kita salah memilih pemimpin.
Sekian dan terimakasih telah mengunjungi blog kami semoga manfaat. Ikuti Blog kami untuk mendapatkan notifikasi seputaran artikel yang lain. Subscribe Channel Youtube Sumber Motivasi di www.youtube.com/SaryuliesIsmail
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Comments